modul 1.3.a.1

 

 


 

  A. IA

 Inkuiri apresiatif adalah sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi suatu organisasi atau komunitas dalam mengembangkan perilaku suatu organisasi melalui pengajuan pertanyaan yang tersusun dalam tahapan BAGJA dan dijalankan dalam suasana yang positif dan apresiatif.

Pendekatan paradigma Inkuiri Apresiatif sejatinya adalah menggali potensi setiap anak sesuai dengan kodratnya masing masing. Jadi paradigma ini bisa menjadi salah satu metode untuk mencapai visi yang sesuai dengan visi Ki Hajar Dewantara

Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan yang memegang prinsip psikologi dan pendidikan positif serta pendekatan berbasis kekuatan. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan dan nilai-nilai positif yang dimiliki oleh suatu organisasi, dalam hal ini sekolah dan warganya untuk dapat terus melakukan perubahan dan perbaikan kualitas. Inkuiri apresiatif dapat dilakukan dengan melaksanakan 5 tahapan yaitu B (Buat pertanyaan awal), A (Ambil pelajaran), G (Gali mimpi), J (Jabarkan rencana), dan A (Atur eksekusi) atau biasa disebut dengan BAGJA.
 
Perubahan pendekatan untuk membangun motivasi dan rasa nyaman siswa akan ditempuh melalui pendekatan inkuiri apresiatif. Inkuiri apresiatif merupakan salah satu manajemen perubahan positif berbasis kekuatan secara kolaboratif (Dharma, 2020). Implementasi inkuiri apresiatif akan menerapkan model BAGJA yang meliputi tahap Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi (Dharma, 2020). Rancangan tindakan dilakukan dengan melibatkan siswa sebagai aktor utama untuk menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman mereka menuju murid merdeka

Melalui penerapan inkuiri apresiatif model BAGJA di kelas diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan rasa nyaman siswa menuju murid merdeka. Indikator tindakan berjalan baik yaitu siswa dapat: (1) mengungkapkan hal positif yang dimiliki siswa untuk mewujudkan filosofi murid merdeka; (2) mengungkap potensi yang dimiliki siswa; (3) mengungkapkan harapan menuju murid merdeka; (4) menjabarkan rencana untuk mewujudkan murid merdeka; dan (5) mengatur eksekusi rencana menuju murid merdeka.

B.    Deskripsi Aksi Nyata

Aksi nyata yang dilakukan untuk membangun motivasi dan rasa nyaman siswa dalam belajar ditempuh melalui pendekatan inkuiri apresiatif model BAGJA. Pendekatan inkuiri apresiatif model BAGJA dipilih karena pendekatan ini merupakan salah satu manajemen perubahan positif berbasis kekuatan secara kolaboratif (Dharma, 2020). Tahapan inkuiri apresiatif model BAGJA yang dilakukan pada kegiatan ini diuraikan sebagai berikut.

1.     Buat Pertanyaan

Buat Pertanyaan merupakan tahapan merumuskan pertanyaan untuk menggali hal-hal pada diri siswa yang dapat membuat siswa bersemangat dan nyaman saat belajar.

2.     Ambil Pelajaran

Ambil Pelajaran merupakan tahap untuk menemukan pelajaran positif yang telah dimiliki siswa untuk menumbuhkan semangat dan nyaman saat belajar. 

3.     Gali Mimpi

Gali Mimpi merupakan tahapan untuk merumuskan tujuan dari perubahan yang akan dilakukan.

4.     Jabarkan Rencana

Jabarkan Rencana merupakan tahapan untuk merumuskan langkah-langkah dan kapan langkah-langkah perubahan akan mulai dilakukan.

5.     Atur Eksekusi.

Atur Eksekusi merupakan tahapan untuk merumuskan siapa saja yang akan terlibat dalam mewujudkan perubahan dalam menumbuhkan semangat dan rasa nyaman saat belajar.

Kegiatan pada setiap tahapan di atas dipandu dengan pertanyaan penuntun. Daftar pertanyaan penuntun dan tindakan yang dilakukan pada setiap tahapannya disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Daftar pertanyaan dan tindakan pada tiap tahapan BAGJA

C.   Hasil dari Aksi Nyata

Hasil yang diperoleh pada tiap tahapan BAGJA diuraikan sebagai berikut.

1.     Buat Pertanyaan

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, beberapa hal yang membuat siswa bersemangat dan nyaman saat belajar antara lain:

a.      Ruang belajar yang bersih dan nyaman;

b.     Dikasih uang sama orang tua;

c.      Teman-teman yang banyak;

d.     Soal tugas mudah dan tidak banyak;

e.      Tidak ada pem-bully-an; dan

f.      Tidak ramai saat guru menjelaskan materi.

 

2.     Ambil Pelajaran

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, beberapa hal yang sudah ada pada diri dan lingkungan siswa (keluarga, teman, guru) untuk menumbuhkan semangat dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.     Mempunyai semangat untuk belajar;

b.     Dukungan orang tua untuk belajar; dan

c.     Teman-teman yang siap membantu saat belajar;

3.     Gali Mimpi

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, beberapa hal yang akan terjadi di masa depan dengan memiliki semangat dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.     Bisa membahagiakan orang tua;

b.     Menjadi orang sukses;

c.     Mendapatkan nilai yang baik;

d.     Menjadi pintar;

e.     Bisa meraih cita-cita;

f.      Mendapatkan prestasi; dan

g.     Menjadi orang yang berguna;

4.     Jabarkan Rencana

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, langkah yang perlu dilakukan siswa untuk menumbuhkan semangat dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.     Memperbaiki semangat belajar;

b.     Memperbaiki ruang belajar;

c.     Menghias ruang belajar;

d.     Membersihkan ruang belajar;

e.     Merapikan buku-buku sebelum belajar;

f.      Belajar bersama teman;

g.     Menyediakan makanan sebelum belajar;

h.     Mendengarkan musik; dan

i.       Memakai baju yang bersih.

5.     Atur Eksekusi.

Berdasarkan jawaban siswa yang ditulis pada kertas sticky note, pihak-pihak yang akan membantu upaya menumbuhkan semangat dan rasa nyaman saat belajar antara lain:

a.     Orang tua siswa;

b.     Saudara siswa (kakak);

c.     Teman-teman siswa; dan

d.     Guru.

D.   Pembelajaran yang Didapat

Implementasi inkuiri apresiatif model BAGJA dalam menumbuhkan semangat dan rasa nyaman siswa dalam belajar yang dilakukan secara kolaboratif bersama siswa memberikan banyak pelajaran, baik bagi guru ataupun bagi siswa. Implementasi ini memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk berlatih mencari solusi bersama. Siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengungkapkan beberapa hal positif yang dimiliki oleh siswa dalam menumbuhkan semangat belajar dan menciptakan suasana nyaman dalam belajar. Selain itu, siswa juga dapat berlatih bagaimana mengatur rencana dan mengeksekusi rencana dalam menubuhkan semangat dan rasa nyaman dalam belajar. 

Beberapa kendala yang dihadapai saat melakukan implementasi aksi nyata juga memberikan pelajaran tersendiri. Bagaimana mengaktifkan siswa dalm mengungkapkan pendapat yang sudah lama tidak bertatap muka menjadi tantangan tersendiri. Guru dituntut memiliki kreativitas untuk memancing siswa mengungkapkan pendapatnya. Salah satu cara yang ditempuh yaitu dengan menyediakan sticky note dan siswa menuliskan pendapatnya pada sticky note tersebut. Cara ini mampu memfasilitasi siswa dalam mengungkapkan pendapatnya, terutama dalam menjawab pertanyaan yang disiapkan pada setiap tahapan BAGJA.

E.   Rencana Perbaikan

Rencana perbaikan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki impemlentasi inkuri apresiatif di masa mendatang dalam rangka mewujudkan murid merdeka belajar yang memiliki rasa nyaman dan bersemangat saat belajar di antaranya adalah (1) membuat perencanaan yang lebih matang; (2) mempersiapkan media yang lebih menarik; dan (3). berkolaborasi dengan rekan sejawat, terutama dengan guru bimbingan konseling dan guru wali kelas.

Sumber referensi:

Aditya Dharma. 2020. Visi Guru Penggerak. Paket Modul 1 Paradigma dan Visi Guru Penggerak Modul 1.3 Visi Guru Penggerak. Jakarta: Kemendikbud.

 
 
 
 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

disiplin positif

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG BERTANGGUNG JAWAB